Mengeluh? No, Bersyukur? Yes

Malam itu, seperti biasanya saya berangkat untuk menunaikan kewajiban sehari-hari, bekerja. Ditengah perjalanan, pandangan mata saya tertuju pada sebuah gerobak yang ada di trotoar. Tidak asing lagi, itu adalah gerobak pemulung yang pada siang hari digunakan untuk mengais sampah-sampah yang masih bisa didaur ulang.

Setelah malam tiba, gerobak itu berubah fungsi. Gerobak diletakkan di trotoar. Terlihat disitu bayi mungil yang tertidur pulas diterpa angin malam dalam dekapan dan pangkuan bundanya yang bersandar disamping gerobak. Sedangkan sang kepala keluarga duduk beralaskan kardus bekas sambil bersandar di pagar sambil menikmati segelas kopi dan menghisap sesuatu yang dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin(tahu kan maksud saya ?).

Beberapa jam kemudian, menjelang tengah malam, saat saya pulang, saya kembali melewati tempat tadi dan ternyata mereka belum beranjak dari tempat itu bahkan semuanya sudah tertidur pulas. Sang bunda bersama buah hatinya tidur di dalam gerobak sedangkan sang ayah tidur di tempat semula. Mereka sudah terbiasa dengan terpaan angin malam. Mereka juga sudah terbiasa dengan bau menyengat yang luar biasa. Padahal setiap kali lewat situ, bau kencing sudah tidak karuan. Pada seenaknya aja sebagian orang itu, pada kencing sembarangan. Tulisan di plakat “JANGAN KENCING DISINI” ditambah foto cewek didekatnya tidak juga bisa mencegah orang-orang yang kencing sembarangan itu. Tetep… aja kencing disitu. Heran aku. Kembali lagi kepemulung tadi. Biasanya mereka akan pindah dari situ kalau hujan lebat. Mereka akan pindah ke halte atau emperan toko.

Itulah sebagian sisi lain kehidupan di ibu kota. Dengan melihat orang-orang seperti mereka seharusnya tidak membuat kita mudah mengeluh atas apa yang menimpa kita dan menjadikan kita lebih bersyukur atas sekecil apapun karunia Allah yang telah kita nikmati selama ini. Namun demikian bukan berarti membuat kita pasrah. Memang benar, dalam rangka menumbuhkan rasa syukur kita kepada Allah, kita harus melihat ke bawah. Namun untuk menjaga motivasi dan semangat kita, kita harus belajar dari orang-orang yang diatas kita. Sudah seharusnya kita belajar dari orang-orang besar tentang kiat-kiat mreka sehingga mereka meraih kesuksesan. Maka dari itu, kita harus melakukan usaha yang terbaik dalam kehidupan kita disertai do’a dan tetap tawakkal kepada Allah. Untuk hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada Allah. Allah sangat tahu apa yang terbaik buat hamba-Nya. Maka, seberapapun hasilnya, Mengeluh ? No, Bersyukur ? Yes. Dan tetap semangat untuk menuju perubahan yang lebih baik.

Jadi ingat sepenggal syair lagu, “Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah, tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik. Jangan menyerah…! Jangan menyerah…! Jangan menyerah…!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: