Sudah Kuatkah Tauhid Kita

Seorang pemuda bernama Khubaib bin Adi ra. Ketika itu ia berdiri di depan tiang gantungan, menjalani eksekusi hukuman mati. Semua kaum musyrikin mekah telah mengelilinginya saat menyaksikan pembantaian ini.

Namun Khubaib bin Adi ra tetap sabar dan tabah. Dia tidak memperlihatkan rasa takut, kepatuhan, ketundukan sedikitpun kepada mereka. Khubaib malah menyungging senyuman seseoarang yang bangga dengan keimanannya. Abu Sufyan berkata dengan penuh olok olok dan makian kepadanya, “Wahai Khubaib, relakah sekiranya Muhammad berada pada posisimu seperti ini?”. Khubaib dengan tegar mengatakan, “Tidak, demi Allah yang tidak ada illah( yang berhak disembah) selain Dia. Saya tidak akan rela berada ditengah-tengah keluargaku dan hartaku, sementara Rasulullah SAW tertusuk duri sekalipun.

Sebelum mereka mengangkatnya ke tiang gantungan, Khubaib berkata, “Perkenankan saya melakukan shalat dua raka’at”. Maka merekapun mempersilahkaannya. Diapun berwudhu dan mendirikan shalat dua raka’at. Kemudian dia menoleh kepada mereka seraya berkata, “Demi Dzat yang tidak ada ilaah(yang berhak diibadahi) selain Dia. Kalau sekiranya aku tidak khawatir kalian menganggapku memanjangkan shalat karena takut mati, niscaya aku akan melakukannya. Oleh karena itu saya memendekkannya.

Lalu mereka mengangkatnya menuju tiang gantungan. Khubaib ra berdo’a, “Ya Allah, hitunglah jumlah mereka ini, hancurkan mereka sampai keakar-akarnya dan jangan Engkau kasihi seorangpun dari mereka. Ya Allah sampaikan kepada Rasul-Mu apa yang aku alami hari ini”.(HR Bukhari)

Khubaib ra juga berkata, “Semog keselamtan dan kesejahteraan bagimu, wahai Rasululllah SAW”.

Saat itu Rasulullah SAW bersabda, “Semoga keselamatan dan kesejahteraan juga bagimu, wahai Khubaib….Semoga keselamatan dan kesejahteraan juga bagimu, wahai Khubaib….Semoga keselamatan dan kesejahteraan juga bagimu, wahai Khubaib…”

Begitu kuat dan mebajanya tauhid sahabat RasulullahSAW ini. Dia rela mengorbankan segalanya demi kecintaannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Mampukah kita meneladani kekuatan tauhid sahabat Rasulullah ini?. Kitapun harus berusaha untuk memegang erat keimanan kita. Prinsip-prinsip yang diajarkan oleh Allah melalui Rasulullah harus kita tanamkan dalam hati kita dan harus kita laksanakan dengan sebaik-baiknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: