Tertinggal di Tanjakan

Sewaktu saya di kampung, saya naik motor dengan teman saya, saya mbonceng di belakang. Saya pergi ke kota kecamatan untuk nelpon saudara saya yang di Jakarta. Maklum waktu itu dikampung belum ada hp dan wartelpun adanya cuma di kota kecamatan.

Karena di kampung jalannya banyak tanjakan dan motornya pake motor tua, pas nglewati tanjakan motornya ngos-ngosan, meskipun masih bisa jalan. Terus… pas di tengah tanjakan, saya inisiatif untuk turun dulu agar motornya lancar sampe atas. Benar aja, setelah saya turun, motornya ewes-ewes sampe atas. Tapi… setelah sampe atas motornya itu terus jalan nggak nungguin saya,saya panggil gak dengar e..malah terus melesat sampe nggak kelihatan. Ya terpaksa saya harus jalan. Setelah berjalan beberapa ratus meter motornya balik lagi. Ternyata temen saya nggak ngerasa kalo saya ditanjakan tadi turun,mungkin karena badan saya ringan dan motornya itu amat pendek, sehingga pas turun cukup berdiri saja berarti udah turun. Temen saya bilang :”Pantesan saya nyrocos ngobrol terus kok nggak ada jawaban,sampe-sampe orang-orang dijalan pada merhatiin saya, mungkin dikiranya saya gila, bicara sendiri,e… ternyata kamu tertinggal di tanjakan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: