Kembalikan Semangatmu

Pemuda itu belum juga beranjak dari tempat duduknya. Dia masih duduk di atas sajadah tanpa merubah posisi duduknya setelah selesai menunaikan shalat shubuh. Dari sudut matanya mengalir buliran-buliran bening. Kedua tangannya tertengadah sambil sesekali menyeka air mata yang terus mengalir. Tak terasa kesejukan pagi itu telah berubah menjadi kehangatan ditandai dengan terbitnya mentari. Padahal baru saja pemuda itu menyelesaikan shalat shubuhnya. Ya, untuk kesekian kalinya pemuda itu menunaikan shalat shubuh, tak begitu lama langsung disambut sinar matahari.”Sungguh, sungguh ini adalah bencana yang besar bagi saya.Nggak boleh, nggak boleh ini nggak boleh terjadi lagi. Aku harus bisa berubah dari keadaan seperti ini. Aku nggak mau terpuruk dalam kehancuran.”,demikian jeritnya dalam hati. “Aku harus bisa,aku akan bisa, aku pasti bisa.”inilah tekadnya disela-sela permohonan ampunannya, disela-sela tangisnya dan disela-sela sesalnya atas apa yang ia alami dihadapan Allah.

Ingatannya kembali terbang kemasa lalu. Masa-masa dimana dia begitu semangat untuk beribadah. Dengan semangatnya waktu itu dia selalu berusaha untuk menjaga shalat shubuh berjamaah di masjid. Tak ada payung, daun pisangpun jadi untuk memayungi dirinya dari hujan yang lebat sewaktu berangkat untuk menunaikan shalat shubuh berjamaah.

Dia juga masih teringat pada masa itu, saat begitu bangun dari tidur dia langsung terkejut dan tanpa melihat jam tanpa menoleh kanan kiri langsung berangkat menuju masjid. Alasannya adalah karena begitu bangun melihat sang ayah sudah shalat yang pada masa itu sang ayah biasanya jika shalat shubuh sering terlambat. Jadi, begitu dia melihat ayahnya sudah shalat, langsung saja dia ngacirrr ke masjid. Sesampainya di masjid dia lansung bergegas untuk wudhu, namun agak aneh kok lampunya belum nyala, biasanya jika habis shubuh kan lampu masih nyala dan ada jama’ah yang berdzikir atau mengaji. Apa mungkin pada kesiangan ya…? Pikirannya bertanya tanya terus. Dia langsung bergegas masuk masjid untuk segera shalat. Ketika hendak mulai shalat pandangannya tertuju pada jam dinding yg terlihat remang-remang karena ada lampu kecil disamping jam itu. Ha…(terkejut)belum waktunya shubuh. Dia mengucek matanya terus ia lihat kembali, ternyata masih satu jam lagi shubuhnya,ia kucek lagi matanya ia lihat lagi jamnya untuk benar-benar memastikan. Ya tetep aja karena memang belum waktunya. Usut punya usut ternyata apa yang dilakukan sang ayah adalah diluar kebiasaan, ternyata ayahnya sedang shalat tahajud.

Dia rindu masa-masa seperti itu. Semangat untuk beribadah yang tinggi. Akhir-akhir ini dia mengalami penurunan yang amat drastis dalam beribadah.Dia masih tetap mengiba kepada Allah. Dari bibirnya terlantun: “Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa waillam taghfirlana watarhamnaa lanaa kunannaa minalkhasiriin”.Dia terus mengulang-ulang do’ itu.

####

Sahabat-sahabatku, selama menjalani kehidupan ini terkadang kita  mengalami suatu degradasi(penurunan). Dalam arti, semangat menurun sehingga berakibat pada penurunan kwalitas hidup kita bahkan terkadang membuat kita terpuruk.

Ilustrasi di atas hanyalah contoh penurunan semangat dari sisi ibadah. Tapi pada kenyataanya penurunan semangat pada satu sisi kehidupan akan berdampak pada sisi kehidupan yg lain.Mungkin berawal dari menurunnya semangat ibadah sehingga akan berdampak pada kurangnya semangat kerja dan kurangnya semangat untuk menjalani kehidupan atau juga sebaliknya menurunnya semangat dalam menjalani kehidupan karena suatu tekanan masalah akan berdampak pula pada menurunnya semangat untuk beribadah.

Dalam kadar tertentu naik turunnya semangat adalah wajar Namun begitu, kita harus tetap menjaga agar semangat itu terus tumbuh dalam diri kita. Jika semangat itu menurun drastis sehingga sampai menjadikan kita terpuruk, misalnya sampai merasa hidup seakan tak ada artinya lagi itu yang harus sangat kita waspadai. Pernahkah sahabat-sahabatku mengalami seperti itu? Ehmm…jangan sampai ya…!!! Kita harus tetap semangat.

Untuk sahabat-sahabatku yang saat ini sedang dalam masa penurunan, yuuk…! Kita segera menata diri kembali dan bangkit kembali. Kita jadikan hari-hari kita lebih bermakna. Jangan biarkan penurunan itu berlarut-larut. Nanti jika sampai berlarut-larut dan sampai pada tahap kritis, maka harus membutuhkan terapi khusus. Yuuk….!!! Kembalikan semangatmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: