Hujan Oh Hujan

“Hujan lagi…hujan lagi…Becek, banjir , macet, uugghhh”. Demikian kira-kira keluhan yang sering kita dengar dikala hujan turun untuk mengemban tugasnya merahmati bumi. Atau justru kita yang sering mengeluh seperti itu? Ehmm….nggak boleh itu, jangan gitu yaaa!!!!

Coba kita telaah kembali ayat-ayat Qur’an yang menjelaskan betapa mulianya tugas yang diemban oleh hujan. Sehingga tiada lagi alasan bagi kita untuk mengeluh atas datangnya rahmat Allah itu.

“Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran”.(QS 7:57)

“Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak.”(QS 25:48,49)

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.”(QS 15:22)

“Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.”(QS 16:10)

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”(QS 6:99)

Itulah sebagian dari tugas mulia yang diemban oleh hujan. Suatu daerah yang lama mengalami kekeringan akan sangat bersukacita jika hujan datang, sebagian air hujan akan tersimpan didalam tanah sebagai mata air yang sangat menyejukkan, tumbuh-tumbuhan akan menghijau dengan datangnya hujan dan masih banyak lagi peran hujan dalam kehidupan.

Kalaupun dengan datangnya hujan mengakibatkan bencana, bukankan itu karena ulah manusia. Hujan turun, sebagian mengalir melalui sungai dan saluran-saluran air selanjutnya menuju ke laut dan sebagian yang lain meresap ke dalam tanah. Air mengalir, namun kita menghalangi jalannya dengan tumpukan sampah di sungai-sungai, begitupun saluran-saluran air kita sumpal dengan beranekaragam sampah. Wajar bukan jika kita menghalangi jalannya aliran air, sehingga dia mengalir ke pemukiman dan ke jalan untuk menggenang berjam-jam bahkan terkadang berhari-hari. Air seharusnya meresap ke dalam tanah namun manusia menghalanginya dengan beton berton-ton dan diatasnya ditindih dengan gedung bertingkat-tingkat maka wajar jika air lambat meresap dan menggenang untuk beberapa saat. Air yang seharusnya meresap kedalam tanah dan akar-akar pohon yang kokoh membantu untuk menyimpan air hujan dan menguatkan struktur tanah namun jika pohon-pohon itu ditebang dan tanpa ada penghijauan bukankah wajar jika terjadi tanah longsor atau banjir bandang.

Bukan hujan yang dipersalahkan jika terjadi bencana, tapi bagaimana kita mencari solusi untuk meminimalisir bencana. Kita semua mempunyai tanggungjawab akan hal ini. Tanpa kita sadari terkadang kita juga punya andil atas terjadinya bencana itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: