Sujud

Di dalam sebuah buku, seorang da’i yang atas kehendak Allah beliau mengalami kelumpuhan dari leher hingga kaki menuturkan harapan-harapannya. Berikut salah satu harapannya, “Aku berharap agar bisa sujud menempelkan dahi ke bumi. Meskipun aku lumpuh, aku tetap menjalankan shalat lima waktu sambil berbaring. Saat sujud, aku sujud sambil berbaring. Di hati kecil ini ada perasaan rasa takut jika aku termasuk orang-orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah pada hari kiamat. Aku takut kepada firman Allah, “(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan dan mereka diseru untuk bersujud, maka mereka tidak mampu.”(QS Al-Qalam:42)

Sahabat-sahabatku, itulah harapan seseorang yang ingin sekali menikmati indahnya dan nikmatnya menempelkan dahinya ditanah untuk bersujud kepada Allah. Maka bagi yang dikaruniai kesehatan  sehingga dengan leluasa mampu melakukan berbagai aktivitas termasuk bersujud seharusnya bersyukur atas nikmat itu dan memanfaatkan  potensi itu dengan sebaik-baiknya. Jangan biarkan anugerah kesehatan yang diberikan Allah itu  terbuang sia-sia. Berikut sedikit motivasi agar kita lebih merasakan betapa indah dan nikmatnya bersujud.

“Cukuplah sujud menjadi utama bahwa pada hari kiamat kelak Nabi Muhammad SAW mengenal umatnya disebabkan wajah mereka bercahaya karena bekas sujud.”

“Jika suatu saat memungkinkan bagi kita untuk sujud tanpa alas(langsung sujud di atas tanah)maka lakukanlah dan yakinlah suatu hari nanti itu akan menjadi saksi yang akan membela kita.”

“Ibadah yang paling dicintai Allah adalah merasa hina dihadapan-Nya dan membutuhkan kepada-Nya. Dan keduanya merupakan keadaan yang paling nampak pada waktu sujud.”

“Rasakanlah didalam sujud kenikmatan dekat dengan Allah Yang Maha Mulia. Kita tidak bisa dekat kepada-Nya diwaktu-waktu yang lain seperti dekatnya waktu kita sujud. <‘Dan sujudlah dan dekatkanlah(dirimu kepada Allah)’>.”

“Dan ketika sujud, maka bersunggguh-sungguhlah dalam berdo’a, karena do’a yang kalian panjatkan ketika itu sangat layak dan pantas untuk diijabahi(Hadits).”

“Posisi paling dekat antara seorang hamba dari Rabb-nya adalah ketika sedang sujud. Oleh karena itu lantunkanlah banyak do’a didalamnya.”

“Tatkala kita bisa khusuk dalam sujud, ketika kita bisa menangis dalam sujud, tatkala kita bisa jujur dalam tangisan tersebut, semoga dosa-dosa kita berguguran satu persatu sehingga setelah kita mengangkat kepala dari sujud kita telah menjadi wajah yang lain.”

“Rasakan dalam sujud ruh kemuliaan dan kebanggaan karena kita tidak menundukan diri kecuali hanya kepada Allah, kita tidak merendahkan diri kecuali hanya kepada Allah, kita tidak memohon pertolongan kecuali semua itu hanya kepada Allah pemilik alam semesta.”

“Jika salah seorang dari kalian shalat, hendaklah ia menyempurnakan ruku’nya, janganlah ia mematuk di dalam sujudnya. Karena permisalan hal itu seperti orang yang lapar yang memakan sebutir atau dua butir kurma. Apakah bisa menjadikannya kenyang?(Hadits)”

“Penyebutan Rabb disertai sifat-Nya Yang Maha Tinggi adalah tepat ketika kita sujud yaitu disaat kita telah tersungkur diatas wajah kita ke tempat yang paling rendah(tanah).”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: