Ikhlaskanlah Hatimu

Sungguh indah apabila setiap apapun yang kita lakukan hanya bermuara pada satu tujuan, yaitu keridhaan Allah. Sudahkan hati kita benar-benar ikhlas.Yuuk…kita murnikan(ikhlaskan)setiap amal yang kita lakukan tanpa ada campuran sedikitpun.

Sebagaimana susu yang keluar dari binatang ternak. Susu itu benar-benar murni, bersih dari kotoran dan darah. Meskipun sama-sama berada dalam perut binatang ternak namun susu itu tidak bercampur sedikitpun dengan kotoran dan darah. Sudah mampukah kita memurnikan hati kita dari penyakit riya’ yang dengan halusnya menelusup kedalam hati kita? Sudah mampukah kita memurnikan hati kita dari hawa nafsu yang selalu meminta untuk dituruti baik itu nafsu dunia, nafsu syahwat dan nafsu-nafsu yang lain? Begitulah, terkadang keinginan kita akan keuntungan dunia mengurangi kesempurnaan tujuan utama kita yaitu keridhoan Allah. Itulah nafsu, semakin baik kita padanya, semakin kita memperturutkanya maka nafsu akan semakin menghancurkan kita.Kita tak mungkin lepas dari nafsu karena memang kita satu paket dengan nafsu. Tinggal pilih saja, kita yang membimbing nafsu atau nafsu yang akan memimpin keseluruhan hidup kita. Membimbing nafsu menurut syariat itu yang musti kita lakukan. Sudah saatnya kita benar benar memurnikan keikhlsan hati kita jangan sampai terkontaminasi oleh penyakit-penyakit hati maupun nafsu-nafsu yang membuat kita terbuai.

Sebagaimana seseorang yang melakukan pembicaraan rahasia tanpa seorangpun boleh tahu kecuali yang diajak dalam pembicaraan itu, tentunya ia akan menutup semua akses yang dapat menyebabkan terbukanya rahasia itu. Ia akan dengan teliti memastikan apakah ada orang lain di tempat pembicaraan itu dan apakah ada alat-alat canggih yang dapat mengakibatkan tersebarnya pembicaraan rahasia itu. Begitu juga dengan amal yang kita lakukan, jika dari awal kita sudah memurnikan niat kita, maka kita harus berusaha untuk menutup akses bagi niat-niat lain yang tidak sesuai dengan niat utama kita yang bisa saja muncul pada saat beramal atau bahkan setelah beramal.

Sebagaimana seorang gadis yang benar-benar dilamar oleh seorang pria yang memang sejak dulu dialah yang sangat diharapkan untuk datang melamarnya,maka hatinya akan benar-benar bersih dan murni, tidak ada beban sedikitpun untuk menerimanya. Bukankan Allah adalah yang menjadi harapan bagi kita selama ini.Dan pasti Dia akan memenuhi semua janji-janji-Nya. Maka sudahkah hati kita benar-benar murni berharap hanya kepada Allah. Bila kita hanya berharap kepada Allah maka dalam setiap amalpun kitapun akan tulus, bersih hanya satu tujuan yaitu keridhoan Allah.

Maka dari itu, satu hal yang harus selalu kita tanamkan dalam hati untuk setiap amal yang kita lakukan “Ikhlaskanlah Hatimu”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: