Apa yang Lebih Kau Sesali?

Bukankah,
Bukankah memang manusia terlahir tanpa harta
Bahkan tanpa sehelai kain pun
Dan bahkan pula bayi yang suci itu justru menangis
Saat menatap indahnya dunia

Tapi kenapa,
Kenapa begitu hebatnya manusia meratapi
Begitu terlarutnya mereka dalam kesedihan
Begitu lamanya mereka hanyut dalam kekecewaan
Saat dunianya hilang dari genggaman
Saat hartanya berpindah tangan
Saat dalam sesaat indahnya dunia terbang melayang

Bukankah,
Bukankah yang harusnya manusia sesali
Yang harusnya membuat anak cucu Adam bersedih hati
Yang semestinya membuatnya menangis
Mengiba dan meminta belas kasihan pada Rabb-nya
Adalah,
Jika hati ini terkotori
Kala dosa menumpuk dalam lembar-lembar catatan
Dan jika kemaksiatan seakan tiada henti

Hilangnya dunia atau menumpuknya dosa yang lebih membuatmu menangis?
Hilangnya harta atau bertambahnya kemaksiaatan yang lebih kamu sesali?
Melayangnya kenikmatan dunia atau terkotorinya hati yang lebih membuatmu bersedih hati?

Ingatlah!!!
Manusia terlahir suci
Begitupun saat ajal menjemput nanti
Kitapun harus kembali dalam keadaan suci
Sebagaimana saat terlahir di alam fana’ ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: