Meskipun Cuma Sesaat

Suatu malam, ketika dalam perjalanan untuk menyelesaikan sebagian pekerjaan, seperti biasa, tetap ditemani sepedaku. Dengan mengayuh sepeda lebih kupercepat, ternyata membuatku berkeringat juga. Sesampainya di lampu merah, aku berhenti sejenak. Sambil mengusap keringat di dahi, tak sengaja aku memandang seorang ibu setengah baya yang tidak ku kenal sama sekali. Dia tersenyum sambil mengucapkan sesuatu yang sebenarnya tidak begitu terdengar, tetapi terlihat dari gerak mulutnya, “Capek ?” kata ibu tadi. Akupun membalas senyum ibu tadi dan segera menyeberang untuk melanjutkan perjalanan karena lampu lalu lintas sudah berganti nyalanya. Hari yang indah, alhamdulillah.

Suatu sore, aku berjalan kaki untuk menuju halte angkutan umum. Beberapa meter didepanku berjalan juga seorang wanita berjilbab. Dari arah berlawanan berjalan seorang ibu dengan pakaian terlihat lusuh dengan membawa kresek plastik yang entah berisi apa di tangan kanan dan kirinya. Saat ibu tadi berpapasan dengan dengan wanita didepanku biasa aja, namun tanpa kuduga sama sekali saat sampai di dekatku ibu tadi meludahi mukaku. Entah apa yang ada dibenaknya.“Astaghfirullah”. Ku usap mukaku, aku tetap melanjutkan perjalanan tanpa berkata apapun karena begitulah sifatku, tidak bisa ada pertentangan dengan orang lain, cenderung memilih diam jika ada ketidak sesuaian dengan hati. Aku hanya berfikir mungkin si ibu itu lagi kalut pikirannya atau mungkin juga kurang ingatan ‘stress’. Diapun juga berlalu tanpa kata. Dari kejadian ini, Allah memberikan pelajaran tentang kesabaran kepadaku.

Meskipun cuma sesaat aku bertemu dengan kedua ibu yang sama sekali tidak kukenal, dalam situasi yang sangat berlawanan dan mungkin hanya sekali itu ketemu didunia, namun yang sesaat itu sungguh membawa pelajaran bagiku. Sungguh, sangat indah sekali, jika setiap kejadian yang menimpa kita, apapun itu dan sekecil apapun itu akan selalu membuat kita ingat kepada Allah. Allah berfirman : “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” (QS 13:28). Dan Rasulullah saw juga menginformasikan kepada kita bahwa, semua kejadian yang menimpa seorang mukmin adalah kebaikan, Rasulullah Saw bersabda, “Sungguh indah perkara orang-orang mu’min itu, terdapat kebaikan baginya dalam segala hal dan ini hanya untuk orang-orang mu’min. Apabila ia mendapat nikmat, maka ia bersyukur kepada Allah dan hal itu baik untuknya. Bila ia mendapat musibah, maka ia bersabar dan hal itu lebih baik baginya.” (HR Muslim). Meskipun cuma sesaat, dari keduanya kupetik manfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: