Kisah Kaum Yasin

Berikut ini adalah kisah suatu kaum yang terdapat dalam surat Yaasiin.

  • Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka,
  • (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustkan keduanya, kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan) itu berkata, “Sungguh, kami adalah oarang-orang yang diutus kepadamu.”
  • Mereka(penduduk negeri) menjawab,”Kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan suatu apapun, kamu hanyalah pendusta belaka.”
  • Mereka berkata, “Tuhan kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan(Nya) kepada kamu.”
  • Dan kewajiban kami hanya menyampaikan(perintah Allah) dengan jelas.
  • Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti(menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.”
  • Mereka(utusan-utusan) itu berkata, “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”
  • Dan datanglah dari ujung kota seorang laki-laki, dengan bergegas dia berkata, “Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu.”
  • Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
  • Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidakmenyembah (Allah) yang telah menciptakan dan hanya kepada Nyalah kamu akan dikembalikan.
  • Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga)tidak dapat menyelamatkanku.
  • Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata.
  • Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu, maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku.
  • Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surga”. Dia(laki-laki itu) berkata, “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,
  • apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan.”
  • Dan setelah dia(meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukanpun dari langit kepada kaumnya dan kami tidak perlu menurunkannya.
  • Tidak ada siksaan terhadap mereka, melainkan dengan satu teriakan saja, maka seketika itu mereka mati.

(QS Yaasiin : 13-29)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: