Nabi Musa dan Ibunya

Peluang Bisnis Online
Nabi Musa dilahirkan pada masa kazhaliman Fir’aun, pada saat itu Fir’aun membunuh anak-anak yang terlahir laki-laki. Fir’aun ketakutan dengan ramalah seorang peramal yang punya firasat bahwa akan lahir seorang bayi lelaki dari kalangan Bani Isra’il yang kelak akan menjadi musuh kerajaan dan bahkan akan membinasakannya.

Sungguh Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dia menindas segolongan dari mereka, dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuan mereka. Sungguh dia (Fir’aun) termasuk orang yang berbuat kerusakan.(QS Al Qashas : 4)

Namun dengan kehendak dan kuasa Allah, Nabi Musa terlahir dengan selamat dan bahkan dia diasuh dan dibesarkan dalam keluarga istana Fir’aun.

Berikut ini kisah Musa dan Ibunya yang terdapat dalam Al Qur’an Surat Al Qashas : 7-13)

  • Dan Kami ilhamkan kepada ibunya Musa, “Susuilah dia (Musa). Dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya seorang Rasul.
  • Maka dia dipungut oleh keluarga Fir’aun agar (kelak) dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sungguh Fir’aun dan Haman bersama bala tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.
  • Dan Istri Fir’aun berkata, “(Dia) adalah penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak,” sedang mereka tidak menyadari.
  • Dan hati ibu Musa menjadi kosong. Sungguh, hampir saja dia menyatakannya (rahasia tentang Musa), seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, agar dia termasuk orang-orang yang beriman (kepada Allah).
  • Dan dia (ibunya Musa) berkata saudara perempuan Musa, “Ikutilah dia (musa).” Maka kelihatan olehnya (Musa) dari jauh, sedang mereka tidak menyadarinya,
  • Dan Kami cegah dia (Musa) menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu, maka berkatalah dia (saudaranya Musa), “Maukah aku tunjukkan kepadamu, keluarga yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dan mereka dapat berlaku baik padanya?
  • Maka Kami kembalikan dia (Musa) kepada ibunya, agar senang hatinya dan tidak bersedih hati dan agar dia mengetahui bahwa janji Allah adalah benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahuinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: