Meminta Izin Ketika Memasuki Rumah

Allah telah menjadikan rumah sebagai tempat tinggal untuk berlindung, sehingga jiwa menjadi tenang, hati menjadi tenteram, aurat dan kesucian dapat terpelihara di dalamnya dan segala beban kehidupan dapat terobati ketika kembali ke dalam rumah.

Suasana suatu rumah tidak tercipta seperti itu kecuali bila ia bisa tampil sebagai kawasan yang aman. Tidak dicampuri seorang pun kecuali dengan izin atau atas sepengetahuan pemilik rumah. Maka dari itu Allah mendidik kaum muslimin dengan tata cara yang tinggi nilainya, yaitu meminta izin dan memberi salam kepada tuan rumah ketika kita ingin memasuki rumahnya. Allah berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya.” (An Nuur : 27)

Meminta izin ketika berkunjung ke suatu rumah dapat memelihara hak-hak rumah tersebut, yang dengan hak-hak ini dapat mencerminkan kondisinya sebagai tempat tinggal. Dengan izin pula, hal-hal yang sifatnya tiba-tiba atau sesuatu yang harus ditutupi dapat tertanggulangi. Sebab bukan hanya aurat badan saja yang harus ditutupi. Tetapi di sana ada hal-hal yang berkaitan dengan makanan, pakaian dan perkakas rumah tangga yang tidak ingin diketahui orang lain secara tiba-tiba tanpa harus dipersiapkan terlebih dahulu. Tentunya ada kan orang yang tidak ingin bila orang lain mengetahui kelemahan atau kesempitan kondisinya.

Meminta izin adalah dengan mengucapkan salam, baik itu yang singkat “Assalamu’alaikum” atau yang lebih lengkap “Assalamu’alaikum warahmatullah” maupun yang lebih lengkap lagi “Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh”

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw : Ketika Allah menciptakan Adam, maka Allah berfirman kepadanya : “Pergilah dan ucapkanlah salam kepada mereka(sekumpulan malaikat yang sedang duduk), perhatikan salam yang mereka ucapkan, karena itulah salammu dan salam anak cucumu.” Adam berkata, “Assalamu’alaikum.” Mereka menjawab, “Assalamu’alaika warahmatullah.”(HR Bukhari dan Muslim)

Masuk ke suatu rumah tanpa izin dapat mengagetkan tuan rumah yang dimasuki. Islam tidak menyukai bila pemeluknya membuat orang lain menderita atau tersinggung perasaannya. Maka apabila tuan rumah yang dikunjungi bertanya, “Siapa Anda?” Maka sebagai tamu jawablah dengan jelas, “Fulan bin Fulan” atau menyebutkan Nama jelasnya atau nama panggilannya, jangan hanya menjawab : “Saya”. Maka ketika Jibril meminta izin kepada malaikat agar dibukakan pintu langit dan malaikat bertanya. “Siapa?”, Jibril menjawab dengan jelas, “Jibril”. Begitu seterusnya setiap kali meminta izin untuk dibukakan pintu langit.

Berkunjung hendaknya memilih waktu yang longgar atau tepat. Bukan pada saat yang sempit atau saat tuan rumah sedang istirahat. Atau akan lebih baik jika kita memberi tau terlebih dahulu jika ingin mengunjungi. Tidak seharusnya kita memilih waktu kunjungan disaat tuan rumah benar-benar sedang repot. Kita tidak perlu terkejut dengan penolakan dari tuan rumah. Karena tuan rumah memang punya hak untuk menolak. Allah berfirman : "Dan jika dikatakan kepadamu : "Kembalilah", maka hendaklah kamu kembali."

Jika kita sudah membuat janji untuk berkunjung, maka harus ditepati. Tidak perlu datang terlalu dini sehingga membuat tuan rumah tidak enak. Dan jangan sampai jauh terlambat,karena itu bisa dianggap tidak menepati janji. Jika kita terlambat, itu berarti membuat orang lain menunggu. Bisa Anda rasakan sendiri bagaimana rasanya kalau kita menunggu sedang yang ditunggu taka kunjung datang. Ditambah lagi kan ada kemungkinan saudara yang kita kunjungi masih ada agenda yang lain.

Demikian beberapa tata cara dalam berkunjung ke rumah saudara kita yang saya sarikan dari sebuah buku berjudul Bagaimana Muslimah Bergaul terbitan Pustaka Al Kautsar tahun 1992

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: