Arsip Kategori: Kisah dari Al Qur’an

Nabi Musa dan Ibunya

Peluang Bisnis Online
Nabi Musa dilahirkan pada masa kazhaliman Fir’aun, pada saat itu Fir’aun membunuh anak-anak yang terlahir laki-laki. Fir’aun ketakutan dengan ramalah seorang peramal yang punya firasat bahwa akan lahir seorang bayi lelaki dari kalangan Bani Isra’il yang kelak akan menjadi musuh kerajaan dan bahkan akan membinasakannya. Baca lebih lanjut

Iklan

Kisah Habil dan Qabil

Berikut ini kisah dua anak Nabi Adam AS (Habil dan Qabil) yang tersebut dalam QS Al Maa’idah : 27-31,

  • Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam,ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, “Sungguh, aku pasti membunuhmu!”. Dia (Habil) berkata, “Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.”
  • “Sungguh jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan Seluruh alam.”
  • “Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuhku)ku dan dosamu sendiri, maka engkau akan menjadi penghuni neraka, dan itulah balasan bagi orang yang yang zhalim.”
  • Maka nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi.
  • Kemudian Allah mengutusnya seekor burung gagak menggali tanah untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya dia menguburkan mayat saudaranya. Qabil berkata, “Oh, celakanya aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?” Maka jadilah dia termasuk orang yang menyesal.

Pada ayat selanjutnya, yaitu ayat 32 dari surat Al Maa’idah, Allah menetapkan suatu hukum bagi orang yang membunuh,

Kisah Kaum Yasin

Berikut ini adalah kisah suatu kaum yang terdapat dalam surat Yaasiin.

  • Dan buatlah suatu perumpamaan bagi mereka, yaitu penduduk suatu negeri, ketika utusan-utusan datang kepada mereka,
  • (yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustkan keduanya, kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga (utusan) itu berkata, “Sungguh, kami adalah oarang-orang yang diutus kepadamu.”
  • Mereka(penduduk negeri) menjawab,”Kamu ini hanyalah manusia seperti kami, dan (Allah) Yang Maha Pengasih tidak menurunkan suatu apapun, kamu hanyalah pendusta belaka.”
  • Mereka berkata, “Tuhan kami mengetahui sesungguhnya kami adalah utusan-utusan(Nya) kepada kamu.”
  • Dan kewajiban kami hanya menyampaikan(perintah Allah) dengan jelas.
  • Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu. Sungguh, jika kamu tidak berhenti(menyeru kami), niscaya kami rajam kamu dan kamu pasti akan merasakan siksaan yang pedih dari kami.”
  • Mereka(utusan-utusan) itu berkata, “Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah karena kamu diberi peringatan? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas.”
  • Dan datanglah dari ujung kota seorang laki-laki, dengan bergegas dia berkata, “Wahai kaumku! Ikutilah utusan-utusan itu.”
  • Ikutilah orang yang tidak meminta imbalan dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
  • Dan tidak ada alasan bagiku untuk tidakmenyembah (Allah) yang telah menciptakan dan hanya kepada Nyalah kamu akan dikembalikan.
  • Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga)tidak dapat menyelamatkanku.
  • Sesungguhnya jika aku (berbuat) begitu, pasti aku berada dalam kesesatan yang nyata.
  • Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu, maka dengarkanlah (pengakuan keimanan)ku.
  • Dikatakan (kepadanya), “Masuklah ke surga”. Dia(laki-laki itu) berkata, “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui,
  • apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan.”
  • Dan setelah dia(meninggal), Kami tidak menurunkan suatu pasukanpun dari langit kepada kaumnya dan kami tidak perlu menurunkannya.
  • Tidak ada siksaan terhadap mereka, melainkan dengan satu teriakan saja, maka seketika itu mereka mati.

(QS Yaasiin : 13-29)

%d blogger menyukai ini: