Arsip Kategori: Nasehat Singkat

Meminta Izin Ketika Memasuki Rumah

Allah telah menjadikan rumah sebagai tempat tinggal untuk berlindung, sehingga jiwa menjadi tenang, hati menjadi tenteram, aurat dan kesucian dapat terpelihara di dalamnya dan segala beban kehidupan dapat terobati ketika kembali ke dalam rumah.

Suasana suatu rumah tidak tercipta seperti itu kecuali bila ia bisa tampil sebagai kawasan yang aman. Baca lebih lanjut

Iklan

Tetap Semangat

Sponsored by :

kursus-online.com
Disaat kemalasan mencapai puncaknya
Sehingga engkau hanya diam saja
Atau engkau merasa apa yg engkau usahakan seakan~akan tak ada hasilnya
Sehingga semangatmu jatuh ketitik yang paling rendah
Dan engkau rasa~rasany ingin melarikan diri dari melakukan sesuatu dengan kesungguhan hati.

Maka,
Jadikanlah janji pahala dari Allah untuk mengembalikan semangatmu
Yakinkan dalam hati Allah adalah sebaik~baik Pembalas Jasa
Yakinlah tiada yang sia~sia jika kita brharap kpd Allah
Allah tidak menyia~nyiakan sekecil apapun kebaikan yg kita lakukan.

Maka barangsiapa siapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah,niscaya dia akan melihat (balasan)nya.(QS 99 :7)

Cabutlah penyakit malas dari dalam diri
Cincanglah ia dgn pedang semangat dan kerja keras

Tinggalkan kerja yg asal asalan
Beralihlah dengan kerja cerdas dan penuh kesungguhan.

Tetap SeMangKA ya kawan *__^ Semangat Karena Allah.

Sponsored by :

Pemesanan Tiket

Jendela Hatimu kah yang Kusam?

Jendela Hati
Jika setiap apa yang kita ‘intip’ slalu tampak jelek dalam pandangan kita, bisa jadi ‘jendela’ yang kita gunakan untuk ‘mengintip’ itu yang perlu dibersihkan. Semua tampak buram, karena ‘jendela’ hati kita sudah kusam dan terlalu lama tidak dibersihkan. Coba kita melihat dengan mata hati yang jernih, atau melihat dari sudut pandang yang lain dan lebih memahami apa yang kita lihat. Sehingga kita bisa tahu mana yang benar-benar buram atau mana yang hanya tampak buram dalam pandangan kita. Jangan sampai kita cepat-cepat men justifikasi (mengambil kesimpulan) hanya dengan melihat dari ‘jendela’ hati yang sudah terlalu lama dibiarkan kusam.

Jangan Lupa Apalagi Terlena

Jangan Lupa Apalagi Terlena
Sahabatku, pernahkah suatu saat kamu mengalami kejadian seperti ini atau yang mirip-mirip. Misalnya kamu sebenarnya ke dapur bertujuan untuk mengambil pisau untuk suatu keperluan. Setelah sampai dapur, ternyata ada makanan yang masih hangat yang menggoda selera, lantas kamu memakannya. Setelah itu kamu langsung meninggalkan dapur. Setelah sampai ditempat semula, diruang tamu misalnya, ternyata kamu baru ingat, lho saya tadi kan mau ambil pisau, kok malah ngga’ bawa pisau. Pernahkah seperti itu??

Sahabatku, jika kita lupa seperti ilustrasi diatas, kita masih berkesempatan untuk kembali mengambil pisau yang kita lupa mengambilnya itu. Namun, bagaimana halnya jika kita lupa dan terlena akan tujuan hidup kita, lupa dengan tujuan kita diciptakan didunia dan tahu tahu kita sudah menghadap Yang Maha Kuasa. Gimana coba?? Kita sudah ngga bisa kembali lagi. Menyesalpun tiada guna.

Ayo kawan!! Jangan biarkan dirimu lupa, apalagi terlena. Kita tidak tahu kapan Allah akan mengikhiri hidup kita didunia. Umur kita bukan seperti berlangganan internet, yang bisa kita ketahui jumlah quota dan kapan masa aktifnya akan berakhir. Boleh jadi masa aktif kita didunia ini akan segera di akhiri oleh Allah dengan perantaraan Izrail. Ingat kawan !!! Izrail tinggal menunggu perintah. Begitu perintah itu diberikan dia sudah siap siaga untuk mengakhiri masa aktif kita didunia.

Jadi, tetaplah dalam kesadaran akan tujuan hidup kita. Ketika suatu saat apa yang kita lakukan melenceng dari apa yang menjadi tujuan kita, segera luruskan untuk menuju jalur yang benar. Jangan ditunda, segera luruskan selama masih ada kesempatan.

Akankah Kau Tangisi Susu yang Tlah Tumpah?

Ketika segelas susu telah tumpah ke lantai dan pecahan gelasnya berserakan begitupun cairan susunya menyelimuti lantai. Apa yang akan engkau lakukan???

Sahabatku,Lihatlah baik-baik…!!!

Susu itu telah tumpah dan pecahan kacanya pun berserakan. Bagaimanapun sakitnya perasaan dan betapapun engkau menyesal serta bersedih hati, engkau tidak akan dapat mengembalikan susu itu lagi.

Mungkin dengan lebih berhati-hati dan waspada kerugian itu tidak akan terjadi. Namun semuanya sudah terjadi. Yang bisa kita lakukan adalah menghapus bekasnya dan puing-puing kaca yang bisa jadi mengakibatkan luka kita bersihkan sebersih-bersihnya. Terus memulai kembali dengan aktivitas yang baru dengan tenang.

Jangan menagisi susu yang telah tumpah..

Sahabatku, janganlah berlarut-larut dalam kesedihan, jangan berlarut-larut dalam penyesalan atas apa yang menimpa kamu.

Sedih adalah manusiawi tapi berlarut larut dalam kesedihan, itu yang harusnya kita hindari. Menyesal pasti ada, namun berlarut-larut dalam penyeselan tanpa ada perbaikan, itu sebarusnya tak perlu terjadi

Segera hapuslah, bekas-bekas kesedihan. Bersihkan sebersih-bersihnya puing-puing rasa yang berpotensi menimbulkan luka. Sehingga kita bisa memulai aktivitas yang baru dengan perasaan tenang dan bahagia.

kursus-online

Jangan Putus Asa

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui(QS Ali Imran : 135
Sahabatku, saya mengajak kepada diri sendiri dan juga kepada sahabatku semuanya, ayo…!! segera bertaubat dan memperbanyak istighfar kepada Allah. Jangan pernah berputus asa dan mengatakan lembaran-lembaran hidupku telah berisi bertumpuk-tumpuk kejelekan dan dosa yang melumurinya. Ayo kawan…!! masih ada kesempatan. Selama Allah masih memberikan nafas kehidupan kepada kita, itu artinya masih ada kesempatan bagi kita untuk bertaubat dan memperbaiki diri kita.

Semua dalam Pengawasan Allah


Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)”(Al An’aam : 59)

(Allah) Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nyata, Yang Maha Besar, Maha Tinggi. Sama saja bagi(Allah), siapa diantaramu yang merahasiakan ucapannya dan siapa yang berterus terang dengannya dan siapa yang bersembunyi dimalam hari dan yang berjalan pada siang hari.(QS Ar Ra’d : 9-10)

Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.(QS At-Taghaabun : 4)

%d blogger menyukai ini: